Aku mengenalmu begitu lama, begitu jauh, begitu dalam. Tapi aku tak pernah bisa mencoba mengenal maksud hadir dan perginya kamu dihidupku. Kau tau aku sangat mencintaimu, kau juga bilang kau juga cintaiku. Tapi aku tak pernah temukan tingkah lakumu bahwa kau benar mencintaiku. Apa aku hanya pelampiasan dikala kamu kesepian? Apa aku hanya boneka yang ingin kau mainkan disaat tak ada yang bisa kau mainkan? Jika semua itu bukan, lalu siapa sebenarnya aku dihatimu?
Sayangnya aku tak pernah bisa kecewa pada hatimu. Aku tak mengerti mengapa cinta ini begitu besar terhadapmu, padahal aku tau aku hanya seseorang yang tak lebih dari sekedar teman mesramu, teman disaat kamu kesepian. Aku tau hal ini begitu bodoh tuk dilanjuti, hal ini begitu menanggung resiko bagi diriku, tapi apalah daya jika logika yang ku punya tak sebesar cintaku padamu.
Aku tak mengerti hubungan ini. Kadang kau bagaikan kekasihku, tapi kadang kau hanya memperlakukan aku sebatas teman saja, bahkan pernah aku rasakan kamu dan aku seperti tak saling mengenal. Apa yang kau inginkan dariku? Aku lelah dengan hubungan ini. Aku lelah bermain-main dengan hati. Aku ingin mendapatkan hubungan yang lebih menjanjikan. Menjanjikan bagi kebahagiaanku, juga kebahagiaanmu.Apakah kau belum juga merasakan pengorbananku yang begitu besar terhadap hidupmu? Atau memang kau masih ingin bermain-main karna luka dihatimu masih belum sembuh? Aku hanya ingin kepastian darimu. Apakah aku adalah bagian dari yang berharga di dalam hidupmu? Atau memang hanya seseorang yang tak lebih seperti boneka? Aku mengerti jika kamu masih belum ingin merajut hubungan yang baru. Aku mengerti jika hatimu yang retak masih belum kembali utuh. Aku sangat mengerti. Tapi, apa salahnya mengartikan hadirnya aku dihidupmu? Bukan memainkan aku sesuka hatimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar