Kita sudah saling lama mengenal. Dan selama itu pula aku menyimpan
perasaan yang dalam terhadapmu. Aku masih tidak ingin mengungkapkannya,
karena aku takut. Aku takut kamu menjauh dan tak ingin lagi dekat
denganku. Aku takut rasa ini tak sama dengan rasamu. Aku takut kenyataan
tidak berpihak dengan inginku. Tapi, bisakah kamu merasakan setiap
desis perhatian yang ku beri terhadapmu? Apa itu belum cukup untuk
menggambarkan bahwa aku menyukaimu? Apa itu belum cukup membuatmu merasa
ada yang memerhatikanmu dalam diam?
Aku tau banyak yang inginkan kamu. Diluar sana banyak sekali orang yang menyukaimu, tak terkecuali aku. Aku hanya satu diantara mereka yang mencoba mencari kekosongan hatimu untuk ku duduki, untuk ku hiasi dengan cinta yang ku punya, dengan ketulusan yang sudah menjadi bibit. Apakah kamu masih belum melihatnya? Atau memang aku yang kurang begitu menampakkannya? Sungguh kamu begitu indah sehingga aku tak mampu menyeimbangi keindahanmu itu dengan sentuhan cintaku. Aku tak bisa membuka mata hatimu dengan serpihan perhatianku terhadapmu. Aku tak mampu menyentuh hatimu.
Dari awal aku mendekatimu, membuatmu merasa nyaman denganku, menuruti semua inginmu semampu yang ku bisa, ternyata itu masih belum bisa menembus hatimu yang keras. Alat apa yang harus aku lakukan untuk meluluhkan hatimu yang tak terbaca olehku? Lihatlah aku! Lihat mataku yang begitu letih memandangmu bersama orang lain yang jelas-jelas hanya mempermainkanmu. Membuat hatimu terbang dan terjatuh dengan kerasnya hingga aku bisa merasakan bagaimana retaknya hatimu. Masih belum sadarkah kamu dengan kepedulianku selama ini? Masih butakah hatimu karena orang yang membuatmu menjatuhkan air mata?
Aku hanya ingin kamu tau bahwa aku begitu lelah mendengar keluhanmu tentang dia. Tentang dia yang hanya membuat hidupmu seperti tak bergairah lagi. Dan perlu kamu ketahui lagi, hatiku tercabik hancur mendengar tangisanmu yang seharusnya tak kamu tampakkan dihadapanku. Yang seharusnya tak kamu biarkan air mata itu jatuh hanya karena orang bodoh yang telah mempermainkan hatimu. Tolong, liriklah hatiku yang begitu memusam ini akibat penantian yang panjang. Apakah kamu masih belum bisa melihatnya? Masih belum bisa menerawang indahnya cintaku?
Minggu, 20 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tak Bernama
Awalnya tidak pernah terpikirkan olehku, tentang kamu... Tentang kamu yang buat aku bahagia disaat sepi itu menghantuiku. Aku memang sangat ...
-
Tersakiti dalam harapan terhina dalam ketidakpedulianmu panah itu.. menembus hatiku.. namun bukan bahagia.. seperti racun mengumpat.. ...
-
Kita sudah saling lama mengenal. Dan selama itu pula aku menyimpan perasaan yang dalam terhadapmu. Aku masih tidak ingin mengungkapkannya, ...
-
Assalam... Oke guys! Gue mau cerita kisah lucu antara gue sama temen gue. Sebenernya ini cerita tuh udah lama. Tapi baru gue tulis diblog s...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar