Rabu, 13 Agustus 2014

Tak Bernama

Awalnya tidak pernah terpikirkan olehku, tentang kamu... Tentang kamu yang buat aku bahagia disaat sepi itu menghantuiku. Aku memang sangat lelah dengan cinta. Aku hampir tak ingin percaya lagi tentang cinta. Aku terlalu serius untuk itu, dan selalu saja mereka tak serius denganku. Tetapi, saat aku bertemu denganmu, ada hal yang sangat berbeda dari sebelumnya. Kamu membuat aku berpikir "tak semua cinta seperti itu". Aku begitu terhipnotis dengan tatapanmu. Aku tak pernah tau apa yang aku rasakan saat kamu dihadapanku. Aku hanya merasakan senang saat aku melihatmu; apalagi matamu itu... Tapi aku tak pernah berkata aku tertarik denganmu, meskipun nyatanya; iya.

Senin, 04 Agustus 2014

Angklung? Siapa takut!

Assalamu'alaikum...
Hello guys! Ketemu lagi di blog gue ini hehehe... Kali ini gue bakal bahas soal alat musik lagi. Kemarin gue udah bahas basic bermain piano. Sekarang gue mau bahas tentang angklung.

   Mungkin agak gimana gitu ya gue bahas angklung hahahah... Kalian harus tau, orang yang bisa main gitar, drum, piano, biola, dan alat musik modern lainnya, itu udah mainstream banget ya kan? Mainstream banget buat anak muda yang addict sama musik. Dan menurut gue, lebih punya poin plus bagi mereka yang ngerti alat musik tradisional ('mereka'nya itu anak muda ya hehehe). Menurut gueehhh itu juga!!!;-) Yauda langsung aja yuk kita bahas gimana caranya jadi konduktor angklung.. wihihiiiiwwwww...

Sabtu, 02 Agustus 2014

Basic Bermain Piano

Assalamu'alaikum...
Kali ini gue mau bahas basic main piano. Sebenernya gue ga mau terlalu men-teori banget yah buat bahas basic piano ini. Soalnya ribet hahaha... Lagipula gue juga belajar otodidak hehehe... Jadi gue bakal ngeshare ke kalian dengan cara gue sendiri dan sesingkat-sejelas mungkin. Jadi ga usah muter-muter banyak bacaan tau-taunya ga bikin orang yang baca tuh ngerti+bisa :-( yauda yuk cus!!! *siapin piano kalian!*



Susah Lupa

Hanya aku dan kamu yang tau, tentang jarak yang telah jahat kepada kita. Lalu kamu mau apa? menungguku dengan semua ocehan dan ambekanmu yang seperti anak kecil itu? Menyalahkan aku dengan kesalahan yang kau buat sendiri? Aku lelah. Aku jenuh dengan tingkah kekanak-kanakanmu yang tak pernah berubah. Seharusnya kita sudah cukup dewasa untuk membahas persoalan ini 'lagi'. Seharusnya kamu tak lagi merengek-rengek padaku tentang pertemuan kita yang sebenarnya kamu tau permasalahannya dimana.

Tak Bernama

Awalnya tidak pernah terpikirkan olehku, tentang kamu... Tentang kamu yang buat aku bahagia disaat sepi itu menghantuiku. Aku memang sangat ...