Hanya aku dan kamu yang tau, tentang jarak yang telah jahat kepada kita. Lalu kamu mau apa? menungguku dengan semua ocehan dan ambekanmu yang seperti anak kecil itu? Menyalahkan aku dengan kesalahan yang kau buat sendiri? Aku lelah. Aku jenuh dengan tingkah kekanak-kanakanmu yang tak pernah berubah. Seharusnya kita sudah cukup dewasa untuk membahas persoalan ini 'lagi'. Seharusnya kamu tak lagi merengek-rengek padaku tentang pertemuan kita yang sebenarnya kamu tau permasalahannya dimana.
Aku lelah menjadi tongkatmu. Aku lelah menjadi yang selalu mendirikanmu, meyakinkanmu, memulihkan dan menjernihkan pikiranmu yang tak pernah matang mencari solusi dikala kita bertengkar tentang hal ini.
Terserah kamu mau cari pelampiasan atau pelarian sementara. Terserah kamu. Asalkan kamu inget tentang komitmen kita. Ya... komitmen. Oh sudahlah, abaikan saja komitmen kita. Sebenarnya aku tak muluk-muluk bahas tentang komitmen. Aku hanya ingin kau hargai aku. Tak ada yang lebih aku harapkan selain itu. Soal kamu pernah dekat dengannya? Aku sudah maafkan hal itu. Aku sudah telan pahit-pahit rasa sakitnya. Aku sudah lupakan hal yang sebenarnya susah buatku percaya akan hal itu. Tenanglah.. aku sudah benar-benar (susah) lupa, kok; :')
Sabtu, 02 Agustus 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tak Bernama
Awalnya tidak pernah terpikirkan olehku, tentang kamu... Tentang kamu yang buat aku bahagia disaat sepi itu menghantuiku. Aku memang sangat ...
-
Tersakiti dalam harapan terhina dalam ketidakpedulianmu panah itu.. menembus hatiku.. namun bukan bahagia.. seperti racun mengumpat.. ...
-
Kita sudah saling lama mengenal. Dan selama itu pula aku menyimpan perasaan yang dalam terhadapmu. Aku masih tidak ingin mengungkapkannya, ...
-
Assalam... Oke guys! Gue mau cerita kisah lucu antara gue sama temen gue. Sebenernya ini cerita tuh udah lama. Tapi baru gue tulis diblog s...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar