Rabu, 13 Agustus 2014

Tak Bernama

Awalnya tidak pernah terpikirkan olehku, tentang kamu... Tentang kamu yang buat aku bahagia disaat sepi itu menghantuiku. Aku memang sangat lelah dengan cinta. Aku hampir tak ingin percaya lagi tentang cinta. Aku terlalu serius untuk itu, dan selalu saja mereka tak serius denganku. Tetapi, saat aku bertemu denganmu, ada hal yang sangat berbeda dari sebelumnya. Kamu membuat aku berpikir "tak semua cinta seperti itu". Aku begitu terhipnotis dengan tatapanmu. Aku tak pernah tau apa yang aku rasakan saat kamu dihadapanku. Aku hanya merasakan senang saat aku melihatmu; apalagi matamu itu... Tapi aku tak pernah berkata aku tertarik denganmu, meskipun nyatanya; iya.

Dan ketika waktupun mempertemukan kita kembali, membiarkan mata ini menatap jauh matamu, aku seolah ter-magneti oleh sikap manismu. Kamu semakin menunjukan bahwa kau ingin sekali mengenaliku lebih jauh, tapi tak bisa. Seolah ada rasa malu yang terpampang diwajahmu. Hehe... lucu. Hal itu membuat aku tertawa kecil dalam hati. Dan seharusnya aku tau. Peduli. Peka. Dan tak diam. Tapi.. yasudahlah. Ini memang aku. Aku yang cuek dan terlalu masa bodo.

Tapi entah mengapa ketika aku sudah lama tak lihat senyummu, aku merasakan rasa ingin untuk menemuimu lagi. Ditempat biasa. Ditempat pertama kali kau dan aku bertemu. Tempat itu sangat bersejarah bagiku. Agak lebay, sih. Dan... Apakah ini rindu? tidak mungkin. Tidak. Aku tidak mungkin langsung merasakan hal itu. Mustahil. Aku tidak percaya. Hahaha... ada-ada saja.

Dan ketika saat itu datang kembali. Saat-saat dimana kamu bersikap manis, mencari perhatian dariku, aku baru menyadarinya. Ya; aku merindukanmu. Hahaha... Apa-apaan ini? sangat sulit dipercaya. Tapi memang ini kenyataannya. Karena dari pertemuan, rasa itu muncul sedikit demi sedikit. Karena dari tatapan, mata itu semakin meyakinkan hati; kau ingin mengenaliku, dan aku juga. Hal itu membuat aku percaya; cinta itu alami. Sederhana. Tak rumit. Simple. Sangat..sederhana. Sesederhana saat aku dan kamu saling menatap. Entah apa yang aku rasakan saat itu. Aku merasa kamu memendam jauh rasa ingin tau tentangku. Tapi, aku biasa saja. Aku tak peduli. Tak sedikitpun memikirkan hal itu. Hahaha... Beginilah sikap seseorang yang muak dengan cinta. Tapi nyatanya, aku menyesal ketika kamu tak lagi ditempat itu. Kenapa tidak dari dulu saja? Kenapa aku terlalu mengunggulkan gengsiku? Kenapa aku begitu bodoh? Sekarang, aku hanya bisa menyesali semua perlakuanku. Sekarang, aku hanya bisa merindu tanpa bertemu. Dekat, tetapi asing. Tau, tetapi tak kenal. Hahaha... Kau harus tau, matamu sangat indah. Bahkan senyummu membuat aku tak percaya; aku jatuh cinta dengan seseorang yang tak ku kenal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak Bernama

Awalnya tidak pernah terpikirkan olehku, tentang kamu... Tentang kamu yang buat aku bahagia disaat sepi itu menghantuiku. Aku memang sangat ...