Aku ga tau caranya mendoakan kamu, mendoakan 'kita', hanya karena aku dan kamu berbeda jalan. Hanya karena aku membawa tasbih, kamu salib.
Aku ga tau caranya menyatukan kita dimasa depan, hanya karena kedua tanganku menadah, sedangkan kedua tanganmu mengepal dalam berdoa.
Aku ga tau mau dibawa kemana hubungan ini, sedangkan Tuhan kita saja berbeda.
Aku ga ngerti mengapa kita dipertemukan hanya karena untuk merasakan perbedaan yang akhirnya menjadi alasan kita berpisah.
Kamu tau bahwa aku sangat mencintaimu. Aku pun tau bahwa kamu masih sangat ingin mempertahankan 'kita'. Memperjuangkan rencana yang sudah kita rancang sebaik mungkin. Membuat mereka yang membenci kita merasakan iri karena kuatnya cinta kita. Namun, apa yang sebenarnya ingin kamu utamakan terlebih dahulu? agamamu? keluargamu? atau aku? Mungkin jika pertanyaan itu berbalik untukku, tidak menutup kemungkinan untuk berpisah. Bukan karena tidak ingin memperjuangkanmu, bukannya aku lelah melawan setiap rintangan, tapi aku sangat yakin, bahkan aku pun sangat percaya bahwa kebahagiaan kamu dan aku sudah terancang indah kelak nanti. Biarkan cerita cinta kita menjadi sebuah kenangan, agar aku dan kamu bisa saling mengenang saat merindu semua hal manis dalam hubungan kita.
Selasa, 23 April 2013
Kamis, 18 April 2013
Penyesalan
Secangkir kopi panas menemani soreku kali ini. Juga bersama rintikan hujan yang mulai semakin memerangi bumi. Aku mengingat sesuatu tentang...hem bukan mengingat, tapi teringat. Aku teringat tentangmu. Tentang aku dan kamu. Tentang kita.
"Sayang, kapan kamu kesini?"
"Aku tidak tahu."
"Apa kamu tidak merindukanku?"
"Aku sangat merindukanmu."
"Lalu mengapa kamu selalu menunda-nunda untuk menemuiku?"
"Bukannya aku menunda-nunda, tapi aku menunggu waktu yang tepat."
"Jawaban yang kamu berikan hanya itu-itu saja dari dulu."
"Jika kamu mengetahuinya, mengapa kamu mempertanyakan hal itu-itu saja?"
"Jadi, kamu tidak merindukan aku? Atau kamu tidak menganggapku? Atau memang kamu sudah bosan dan mencoba mencari masalah agar berpisah denganku dengan mencari-cari kesalahanku?"
"Aku tahu. Aku tahu kita terhalang oleh jarak. Tapi bisakah kamu untuk bersabar? Mencari waktu yang tepat untuk kita bertemu." nada emosiku keluar memuncak. "Jika dari awal niatku seperti itu, mungkin sudah sejak dulu aku meninggalkanmu."
"Maaf. Maaf aku egois."
"Sudahlah... jangan buat waktu yang kita punya saat ini hanya untuk saling menyalahkan dan bertengkar. Aku mengerti kamu. Kamu hanya butuh diyakinkan. Tapi aku janji, aku akan menemuimu secepat mungkin."
"Terimakasih, sayang. Aku sayang kamu."
"Iya. Aku juga, sayang."
Aku memang terlalu sibuk dengan urusanku. Sampai-sampai aku tidak tahu kapan aku bisa meluangkan waktuku untuk menemuinya.
"Sayang, kapan kamu kesini?"
"Aku tidak tahu."
"Apa kamu tidak merindukanku?"
"Aku sangat merindukanmu."
"Lalu mengapa kamu selalu menunda-nunda untuk menemuiku?"
"Bukannya aku menunda-nunda, tapi aku menunggu waktu yang tepat."
"Jawaban yang kamu berikan hanya itu-itu saja dari dulu."
"Jika kamu mengetahuinya, mengapa kamu mempertanyakan hal itu-itu saja?"
"Jadi, kamu tidak merindukan aku? Atau kamu tidak menganggapku? Atau memang kamu sudah bosan dan mencoba mencari masalah agar berpisah denganku dengan mencari-cari kesalahanku?"
"Aku tahu. Aku tahu kita terhalang oleh jarak. Tapi bisakah kamu untuk bersabar? Mencari waktu yang tepat untuk kita bertemu." nada emosiku keluar memuncak. "Jika dari awal niatku seperti itu, mungkin sudah sejak dulu aku meninggalkanmu."
"Maaf. Maaf aku egois."
"Sudahlah... jangan buat waktu yang kita punya saat ini hanya untuk saling menyalahkan dan bertengkar. Aku mengerti kamu. Kamu hanya butuh diyakinkan. Tapi aku janji, aku akan menemuimu secepat mungkin."
"Terimakasih, sayang. Aku sayang kamu."
"Iya. Aku juga, sayang."
Aku memang terlalu sibuk dengan urusanku. Sampai-sampai aku tidak tahu kapan aku bisa meluangkan waktuku untuk menemuinya.
Selasa, 16 April 2013
Selamat Pagi!
Selamat pagi.
Selamat pagi kamu. Selamat pagi kita. Selamat pagi kenangan.
Aku merindukan pesan singkatmu yang slalu buatku jengkel saat kamu memarahiku bila aku belum terbangun. Mungkin hanya pesan singkat. Tapi... sukses buatku rindu padamu pabila aku melihatnya lagi. Jujur. Aku masih menyimpannya. Aku menyimpan semua tentang kita. Aku dan kamu.
Masih sayang? kalau boleh jujur, aku ingin katakan itu dihadapanmu. Mengatakan bahwa aku masih menyayangimu. Masih membutuhkan sedikit sapaan ditiap paginya. Masih membutuhkan amarah kecil penuh perhatian saat ku tidur terlalu ralut. Apakah kamu merindukannya seperti aku merindukan semua hal kecil itu? :')
Selamat pagi kamu. Selamat pagi kita. Selamat pagi kenangan.
Aku merindukan pesan singkatmu yang slalu buatku jengkel saat kamu memarahiku bila aku belum terbangun. Mungkin hanya pesan singkat. Tapi... sukses buatku rindu padamu pabila aku melihatnya lagi. Jujur. Aku masih menyimpannya. Aku menyimpan semua tentang kita. Aku dan kamu.
Masih sayang? kalau boleh jujur, aku ingin katakan itu dihadapanmu. Mengatakan bahwa aku masih menyayangimu. Masih membutuhkan sedikit sapaan ditiap paginya. Masih membutuhkan amarah kecil penuh perhatian saat ku tidur terlalu ralut. Apakah kamu merindukannya seperti aku merindukan semua hal kecil itu? :')
Kamu yang sekarang bukan kamu yang dulu
Aku ga kenal kamu yang sekarang. Aku lebih nyaman sama kamu yang dulu. Ga peduli seberapa baik kamu yang sekarang, seberapa positif perubahan kamu yang sekarang, yang jelas, aku lebih nyaman sama kamu yang dulu.
Kalo ngomongin tentang kamu yang dulu, rasanya pengin balik lagi ke masa itu. Masa dimana aku dan kamu saling takut kehilangan, saling mempertahankan. Sekarang? sepertinya hanya aku yang takut kehilangan, yang memperjuangkan, yang mempertahankan.
Kalo ngomongin tentang kamu yang dulu, rasanya pengin balik lagi ke masa itu. Masa dimana aku dan kamu saling takut kehilangan, saling mempertahankan. Sekarang? sepertinya hanya aku yang takut kehilangan, yang memperjuangkan, yang mempertahankan.
Langganan:
Komentar (Atom)
Tak Bernama
Awalnya tidak pernah terpikirkan olehku, tentang kamu... Tentang kamu yang buat aku bahagia disaat sepi itu menghantuiku. Aku memang sangat ...
-
Tersakiti dalam harapan terhina dalam ketidakpedulianmu panah itu.. menembus hatiku.. namun bukan bahagia.. seperti racun mengumpat.. ...
-
Kita sudah saling lama mengenal. Dan selama itu pula aku menyimpan perasaan yang dalam terhadapmu. Aku masih tidak ingin mengungkapkannya, ...
-
Assalam... Oke guys! Gue mau cerita kisah lucu antara gue sama temen gue. Sebenernya ini cerita tuh udah lama. Tapi baru gue tulis diblog s...