Selasa, 16 April 2013

Selamat Pagi!

Selamat pagi.

Selamat pagi kamu. Selamat pagi kita. Selamat pagi kenangan.
Aku merindukan pesan singkatmu yang slalu buatku jengkel saat kamu memarahiku bila aku belum terbangun. Mungkin hanya pesan singkat. Tapi... sukses buatku rindu padamu pabila aku melihatnya lagi. Jujur. Aku masih menyimpannya. Aku menyimpan semua tentang kita. Aku dan kamu.
Masih sayang? kalau boleh jujur, aku ingin katakan itu dihadapanmu. Mengatakan bahwa aku masih menyayangimu. Masih membutuhkan sedikit sapaan ditiap paginya. Masih membutuhkan amarah kecil penuh perhatian saat ku tidur terlalu ralut. Apakah kamu merindukannya seperti aku merindukan semua hal kecil itu? :')


Selamat pagi kamu. Selamat pagi kesayangan.
Aku slalu berharap ada tidaknya aku dihatimu, kamu slalu mengenang tentang 'kita'. Tentang 'kita' yang sekarang hilang ditelan waktu. Hilang karna perbedaan yang menjadi alasan kamu pergi. Bukankah perbedaan itu menjadi suatu yang harus saling diterima? Mungkin semua ini berakhir bukan hanya karna perbedaan. Tetapi egomu. Aku sangat menyayangkan semuanya. Bukannya aku kecewa. Bukannya aku tidak terima perginya kamu. Tapi mengapa harus dengan tanpa alasan seperti ini? tanpa alasan yang tidak jelas. Tanpa alasan yang tidak meyakinkanku. Dimana kalimatmu yang slalu meyakinkan aku? katamu, kamu sayang. Katamu, kamu tulus mencintaiku. Katamu, kamu takkan tinggalkanku. Tapi nyatanya?

Selamat pagi kamu. Selamat pagi yang sudah pergi.
Ingat! Jika kau butuh aku, datanglah! Aku akan tetap menerima kamu dihidupku, meski hanya sementara atau hanya sebatas kau rindu saja.
Ingat! Jika kau rinduiku, datanglah! Karna sesungguhnya aku pun lebih merindumu. Bahkan lebih dari itu.
Ingin memiliki lagi? Ya! Aku ingin memilikimu lagi. Entah kapan aku harus menunggu itu. Menunggu kamu kembali dan menyadari bahwa aku yang layak tuk kau cintai. Tuk kau pertahankan. Bukan ditinggal seperti ini.

Semoga do'a yang slalu ku lantarkan disetiap malamku akan terus mengiringi tidurmu. Agar kamu terlelap dengan mimpi indah.
Semoga rindu yang ku pendam ini tersampaikan meski tak kau balas. Tak apa. Tak masalah. Aku hanya ingin kamu mengetahuinya saja.
Semoga dunia baru mu yang kini kau banggakan slalu membuatmu bahagia. Bahagia. Ya! Bahagia! Berbahagialah demi aku! Maka, akupun akan bahagia jika kau merasakannya. :')


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak Bernama

Awalnya tidak pernah terpikirkan olehku, tentang kamu... Tentang kamu yang buat aku bahagia disaat sepi itu menghantuiku. Aku memang sangat ...