Aku ga tau caranya mendoakan kamu, mendoakan 'kita', hanya karena aku dan kamu berbeda jalan. Hanya karena aku membawa tasbih, kamu salib.
Aku ga tau caranya menyatukan kita dimasa depan, hanya karena kedua tanganku menadah, sedangkan kedua tanganmu mengepal dalam berdoa.
Aku ga tau mau dibawa kemana hubungan ini, sedangkan Tuhan kita saja berbeda.
Aku ga ngerti mengapa kita dipertemukan hanya karena untuk merasakan perbedaan yang akhirnya menjadi alasan kita berpisah.
Kamu tau bahwa aku sangat mencintaimu. Aku pun tau bahwa kamu masih sangat ingin mempertahankan 'kita'. Memperjuangkan rencana yang sudah kita rancang sebaik mungkin. Membuat mereka yang membenci kita merasakan iri karena kuatnya cinta kita. Namun, apa yang sebenarnya ingin kamu utamakan terlebih dahulu? agamamu? keluargamu? atau aku? Mungkin jika pertanyaan itu berbalik untukku, tidak menutup kemungkinan untuk berpisah. Bukan karena tidak ingin memperjuangkanmu, bukannya aku lelah melawan setiap rintangan, tapi aku sangat yakin, bahkan aku pun sangat percaya bahwa kebahagiaan kamu dan aku sudah terancang indah kelak nanti. Biarkan cerita cinta kita menjadi sebuah kenangan, agar aku dan kamu bisa saling mengenang saat merindu semua hal manis dalam hubungan kita.
Selasa, 23 April 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tak Bernama
Awalnya tidak pernah terpikirkan olehku, tentang kamu... Tentang kamu yang buat aku bahagia disaat sepi itu menghantuiku. Aku memang sangat ...
-
Tersakiti dalam harapan terhina dalam ketidakpedulianmu panah itu.. menembus hatiku.. namun bukan bahagia.. seperti racun mengumpat.. ...
-
Kita sudah saling lama mengenal. Dan selama itu pula aku menyimpan perasaan yang dalam terhadapmu. Aku masih tidak ingin mengungkapkannya, ...
-
Assalam... Oke guys! Gue mau cerita kisah lucu antara gue sama temen gue. Sebenernya ini cerita tuh udah lama. Tapi baru gue tulis diblog s...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar