Kamis, 24 Oktober 2013

Aku miliknya

Aku ingat sekali ketika kamu merangkulku di saat ku terpuruk olehnya. Rangkulanmu itu sangat hangat dan membuat hatiku menjadi hidup kembali. Membuat puing-puing hatiku yang sebelumnya hancur, menjadi utuh kembali. Aku tidak tau apa yang ku rasakan saat itu. Yang jelas, aku sangat nyaman ketika kamu mengatakan "ada aku disini yang selalu bisa mendengar ceritamu". Apakah itu terlihat salah? Aku berlari kepadamu disaat kekasihku tak bisa membangunkan aku. Disaat kekasihku lah yang membuatku mengeringkan air mataku di pelukanmu. 

Minggu, 20 Oktober 2013

Lihatlah Aku!

Kita sudah saling lama mengenal. Dan selama itu pula aku menyimpan perasaan yang dalam terhadapmu. Aku masih tidak ingin mengungkapkannya, karena aku takut. Aku takut kamu menjauh dan tak ingin lagi dekat denganku. Aku takut rasa ini tak sama dengan rasamu. Aku takut kenyataan tidak berpihak dengan inginku. Tapi, bisakah kamu merasakan setiap desis perhatian yang ku beri terhadapmu? Apa itu belum cukup untuk menggambarkan bahwa aku menyukaimu? Apa itu belum cukup membuatmu merasa ada yang memerhatikanmu dalam diam?

Jumat, 04 Oktober 2013

Setan Kesasar

Oke guys! Kembali lagi di blog gue yang apa adanya ini. Yang ga perfect. Yang ga bagus-bagus amat.. wkkwk tapi terimakasih buat yang udah baca dan buat yang udah sering mampir kesini. Kalian fans gelapkuh muachhh:-* hahaha bercanda broh! Oke kembali ke tema yang mau diceritain! ;-)
Kali ini gue mau cerita tentang kisah serem, tapi bisa dibilang lucu juga. Ini nyata. Ga ngada-ngada atau asal-asalan cerita.

Rabu, 02 Oktober 2013

Pengagum Rahasia

Aku adalah pengagum rahasiamu.
Setiap saat aku slalu memperhatikan kamu, meskipun aku tau kamu tak mengetahui hal itu. Setiap kali kamu berdiri didepan kelasmu, sesekali aku mencari senyummu itu dari jarak yang lumayan jauh. Dari kelasku. Dari sebrang kelasmu. Kelasmu, dan kelasku. Cukup jauh. Ya... dari kejauhan itu aku bisa memanfaatkan situasi untuk memperhatikan kamu tanpa harus memamerkan sikapku yang sedang melihatmu. Aku tidak terlalu berharap kamu mengetahuinya. Aku masih menikmati rasa-rasa kagumku terhadapmu. Aku masih nyaman dengan sembunyi-sembunyiku saat melihatmu. Aku masih sanggup untuk tidak mengungkapkannya kepadamu.

Tak Bernama

Awalnya tidak pernah terpikirkan olehku, tentang kamu... Tentang kamu yang buat aku bahagia disaat sepi itu menghantuiku. Aku memang sangat ...